UMKM  

Strategi UMKM Menentukan Target Pasar Agar Produk Tepat Sasaran Dan Cepat Laku

0 0
Read Time:1 Minute, 35 Second

Menjalankan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sering kali dimulai dari semangat yang menggebu-gebu untuk segera berjualan. Namun, banyak pelaku usaha pemula yang terjebak dalam pola pikir bahwa produk mereka adalah untuk semua orang. Padahal, dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, mencoba merangkul semua orang justru berisiko membuat pesan brand menjadi hambar dan tidak menarik bagi siapa pun secara spesifik. Menentukan target pasar bukan berarti membatasi rezeki, melainkan menajamkan bidikan agar energi dan modal yang dikeluarkan membuahkan hasil yang maksimal.

Langkah pertama yang paling fundamental adalah memahami profil pelanggan secara mendalam melalui segmentasi. Anda tidak bisa sekadar mengatakan “target saya adalah ibu rumah tangga”. Cobalah untuk lebih spesifik: apakah mereka ibu rumah tangga yang bekerja, yang peduli pada bahan organik, atau yang mencari efisiensi waktu dalam mengurus dapur? Dengan membedah demografi seperti usia, lokasi, dan tingkat pendapatan, serta psikografi seperti gaya hidup dan nilai-nilai yang dianut, Anda mulai bisa membayangkan sosok nyata di balik angka-angka tersebut.

Setelah profil terbentuk, saatnya melakukan riset pasar yang sederhana namun berdampak besar. Di era digital, pelaku UMKM memiliki keuntungan luar biasa karena bisa memantau perilaku calon konsumen melalui media sosial secara cuma-cuma. Perhatikan apa yang mereka keluhkan dari produk kompetitor dan apa yang mereka puji. Informasi ini adalah “emas” yang bisa Anda gunakan untuk memosisikan produk sebagai solusi atas masalah yang belum terpecahkan. Produk yang cepat laku biasanya bukan produk yang paling canggih, melainkan produk yang paling mengerti kebutuhan penggunanya.

Terakhir, strategi komunikasi harus disesuaikan dengan bahasa yang digunakan oleh target pasar tersebut. Jika target Anda adalah anak muda generasi Z, gunakanlah pendekatan yang santai dan visual yang estetik. Sebaliknya, jika targetnya adalah profesional senior, gunakan bahasa yang lebih formal dan menunjukkan kredibilitas. Konsistensi dalam menyapa target pasar yang tepat inilah yang akan membangun loyalitas. Ketika produk sudah tepat sasaran, proses penjualan tidak lagi terasa seperti “memaksa”, melainkan seperti menawarkan bantuan kepada teman yang memang sedang membutuhkannya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %